Skip to content


 

Survei LSI, Parpol Islam Terpuruk

JAKARTA – Partai politik yang berbasis Islam diprediksi tidak bisa lagi meraih suara signifikan dalam pemilihan umum (pemilu) legislatif 2009. Hasil survei yang digelar Lembaga Survei Indonesia (LSI), tidak menempatkan parpol Islam dalam tiga besar peraih suara terbanyak pada pemilu mendatang.Sebaliknya, survei LSI tetap mengunggulkan Partai Golkar sebagai partai yang paling banyak mendapat dukungan jika pemilu dilaksanakan hari ini.

Dukungan ke partai pemenang pemilu legislatif 2004 lalu itu mampu meraih 19,5 persen dan menempatkan partai pimpinan HM Jusuf Kalla ini dalam urutan teratas.
Di urutan kedua ditempati PDI Perjuangan yang memperoleh 16 persen suara, disusul Partai Demokrat yang meraih 10 persen.

Tiga parpol Islam yang tergolong besar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sosial (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara berturut-turut masing-masing berada di urutan ketiga hingga kelima.

PKB yang pada pemilu lalu memperoleh 10 persen suara, diprediksi LSI akan mengalami penurunan. Dari hasil survei, partai ini hanya meraih 6 persen, PKS 4 persen dan PPP tiga persen.

Partai Amanat Nasional (PAN) diperkirakan hanya bisa bersaing dengan PPP yang meraih 3 persen suara. “Jadi, berdasarkan survei kami, Golkar masih unggul jika pemilu dilaksanakan hari ini,” kata Direktur Eksekutif LSI Syaiful Mujani dalam sebuah acara diskusi politik di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis 27 September, kemarin.

Ditanya tentang anjloknya suara partai Islam, Syaiful menyebut, itu disebabkan karena persaingan yang terjadi di antara partai-partai Islam sendiri. Partai Islam lebih suka bersaing sesama parpol Islam. “PKB misalnya lebih suka besaing dengan PAN atau PKS daripada bersaing dengan Golkar atau PDIP,” katanya.

Selain itu, Syaiful juga menyoroti loyalitas pemilih masing-masing partai politik sejak pemilu 2004. Menurut survei, kata dia, pemilih yang mencoblos partai Golkar pada 2004 kemungkinan besar akan kembali mencoblos Golkar pada pemilu 2009. “Sebanyak 70 persen tetap memilih golkar dan hanya 11 persen akan memilih partai lain,” katanya.

Loyalitas simpatisan PDIP juga tinggi. Sebanyak 79 persen pemilih partai ini pada 2004 akan kembali mencoblos partai berlambang banteng ini pada pemilu 2009 nanti. “Jumlah suara yang akan mencoblos partai lain tidak akan lebih dari 6 persen,” katanya.

Hal serupa juga akan terjadi pemilih PKB, sebanyak 73 persen dari pemilihnya pada 2004 lalu akan kembali memilih partai ini pada pemilu 2009 nanti. Suara yang akan pindah ke partai lain, diperkirakan hanya 6 persen,” katanya.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin Prof Dr Nursadik mengamini hasil survey LSI itu. Menurut dia, di mata masyarakat muslim saat ini, partai berasaskan Islam lebih memikirkan persaingan antarpartai dibandingkan memikirkan basic need (kebutuhan dasar) masyarakat.

Padahal seharusnya, kata Nursadik, partai Islam inilah yang harus lebih getol memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat. “Tapi kenyataannya, partai Islam lebih memikirkan persaingan dengan partai sesamanya. Padahal, mayoritas masyarakat di Indonesia beragama Islam,” jelas Nursadik.

Untuk mendongkar suara partai berbasis Islam ini, menurut Nursadik, pengurus partai harus lebih memikirkan apa yang menjadi kebutuhan mendasar atau kebutuhan konkret masyarakat.

Contoh memperjuangkan agar harga kebutuhan pokok tidak melambung tinggi, pendidikan yang terjangkau secara ekonomi dan sebagainya.

Lain halnya yang diungkapkan Dr Andi Haris, pakar sosiologi politik dari Unhas. Menurutnya, survei yang dilakukan LSI itu masih bisa berubah pada 2009, sepanjang partai-partai Islam melakukan konsolidasi dan lebih intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“LSI memang sudah betul jika pencoblosannya dilakukan saat ini. Tapi kan masih ada dua tahun lagi. Nah dua tahun ini akan dimanfaatkan partai Islam melakukan perubahan paradigma untuk meraih simpati rakyat,” jelas Andi Haris. (ysd-sul-sap)

28/09/2007
01/07/2009

Survei dapatkah dipercaya?

Oleh Burhanuddin Muhtadi

17/06/2009

Mengamati Pengamat Pemilu

Oleh Saiful Mujani

10/08/2007

Plus-Minus Penyederhanaan Partai

Oleh Saiful Mujani

Untuk permintaan wawancara silakan menghubungi sekretariat kami pada alamat di bawah halaman, atau gunakan formulir kontak online.