JAKARTA (SINDO) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih dinyatakan sebagai tokoh terpopuler versi Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Hasil survei LSI terakhir menyatakan, SBY masih menempati posisi teratas pilihan warga. Dalam survei nasional LSI bertajuk “Evaluasi Publik Februari 2008” terhadap 1.200 sampel dengan margin of error sekitar 3% pada tingkat kepercayaan 95%, SBY mencatatkan perolehan terbanyak. Bahkan, Megawati Soekarnoputri, sebagai pesaing utama SBY, hanya mampu berada di urutan kedua dengan perolehan dukungan sebesar 24%.
Direktur eksekutif LSI Saiful Mujani mengatakan, data yang digunakan berupa opini publik dari serangkaian survei nasional dalam empat tahun terakhir. Menurut dia, sampel tiap survei dipilih secara random (multistage random sampling) dari populasi nasional yang berumur 17 tahun ke atas (voting age), dari Papua hingga Aceh secara proporsional.
“Dari survei terakhir, 24-31 Januari 2008, SBY masih menjadi pilihan pertama,” ungkap Saiful kepada SINDO di Jakarta kemarin. Dia mengatakan, pemenang pemilu tahun depan sudah bisa diprediksi mulai sekarang. Menurut Saiful, tokoh yang akan memimpin Indonesia setelah Pemilu 2009 nanti bisa dilihat dari kecenderungan sentimen warga mulai saat ini.
“Ini membuka peluang bagi stakeholder negeri ini untuk menyikapi kecenderungan tersebut,” tandasnya. Alumnus doktor political behaviour dari Ohio University ini menyatakan, secara teoritis, kondisi ekonomi yang dirasakan warga merupakan salah satu faktor penting yang akan menentukan kecenderungan sikap politik dalam menentukan pilihan presiden.
Menurut dia, ada tujuh ukuran yang menjadi dasar warga dalam menentukan pilihannya. Ukuran tersebut, yakni evaluasi publik atas kondisi politik nasional, kondisi keamanan dan ketertiban nasional, kondisi ekonomi nasional, kemampuan warga memenuhi kebutuhan pokok, upaya pemerintah mengurangi tingkat kemiskinan, pengangguran, serta pengendalian harga kebutuhan pokok dan evaluasi atas kinerja presiden.
Mengenai peluang Megawati untuk mengalahkan SBY, menurut Saiful sangat kecil. Sebab, dari berbagai survei yang digelar selama ini, belum ada tanda-tanda Megawati bisa mengalahkan SBY, apalagi jika keduanya harus dihadapkan satu sama lain (head to head). Sebenarnya, kata Saiful, ada beberapa tokoh yang bisa menjadi alternatif pilihan,salah satunya Sri Sultan Hamengku Buwono X. Hanya saja, popularitas Sultan belum sebesar SBY dan Megawati.
“Dalam tiga tahun terakhir, tren popularitas Sultan terus naik secara signifikan, meski hanya pada posisi ketiga setelah Megawati,” terang Saiful. Menanggapi hal ini, Wasekjen DPP Partai Demokrat (PD) Syarief Hasan mengatakan, hasil survei tersebut menunjukkan bahwa SBY tetap dikehendaki rakyat.
Artinya, rakyat sudah mengerti siapa tokoh yang layak didukung.Sebab,SBY dinilai selalu memperjuangkan nasib rakyat. Pihaknya berharap, keadaan ini tetap berlanjut hingga Pemilu 2009 sehingga peluang SBY untuk terpilih kembali sebagai presiden kian terbuka.
Sementara itu,Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Leo Nababan mengaku tidak heran dengan hasil survei LSI tersebut. Hanya saja, kata dia, tidak ada jaminan bagi SBY untuk memenangkan Pilpres 2009.
Sumber : Sindo | Rabu, 06/02/2008
07/02/2008