Skip to content


 

Survei LSI: Calon Menteri Harus Profesional

Masyarakat Indonesia menginginkan agar menteri-menteri dalam kabinet SBY-Boediono mendatang adalah orang yang profesional di bidangnya. Hal ini terungkap dalam survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada tanggal 18-28 Juli 2009.

Survei ini dilakukan kepada 1.270 responden yang dipilih secara acak di seluruh Indonesia dan dilakukan dengan teknik wawancara.

Sebanyak 78,3 persen responden menginginkan menteri harus dijabat orang yang profesional. 6,9 persen menginginkan harus mewakili daerah di Indonesia secara seimbang. Hanya 4,1 persen yang menginginkan menteri berasal dari Parpol.

“Sebanyak 4,0 persen responden menginginkan menteri berasal dari organisasi sosial kemasyarakatan, 3,1 persen menginginkan harus mewakili kelompok agama secara seimbang dan 3,5 persen tidak tahu atau tidak menjawab,” ujar Direktur eksekutif LSI, Dodi Ambardi.

Hal ini dikatakan Dodi dalam jumpa pers di Kantor LSI, Jl Lembang Terusan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2009).

Peneliti CSIS, J Kristiadi menjelaskan, menteri yang bisa disebut profesional harus memiliki tiga kriteria, yaitu ekspertis atau mengerti persoalan, memiliki etika dan harus punya tanggung jawab sosial. Selain itu calon menteri juga harus lebih mengabdikan dirinya pada negara bukan pada kelompok atau partainya.

“Parpol jangan sembarangan mengajukan kadernya. Jangan asal kader setia partai tetapi juga harus punya kemampuan,” jelasnya.

SBY pun diminta tegas dalam bernegosiasi dengan partai-partai pendukungnya dalam hal jatah menteri. Jika parpol tidak memiliki kader yang memiliki kemampuan di bidang tersebut, maka parpol bisa mengajukan orang lain yang dipilih oleh parpol tersebut.

“Jangan sampai hanya tukang pukul atau orang yang suka kasak-kusuk. Ini juga untuk mendidik partai,” pungkasnya.

sumber: www.detiknews.com

28/08/2009
24/03/2010

Testing Political Islam’s Economic Advantage: The Case of Indonesia

Oleh Thomas B. Pepinsky, Prof. William Liddle & Dr. Saiful Mujani

02/07/2009

Survei dapatkah dipercaya?

Oleh Burhanuddin Muhtadi

Untuk permintaan wawancara silakan menghubungi sekretariat kami pada alamat di bawah halaman, atau gunakan formulir kontak online.