Skip to content


 

02/07/2009

DISSERTATION

Religious Democrats: Democratic Culture and Muslim Political Participation in Post-Suharto Indonesia

Oleh Dr. Saiful Mujani

A global tendency in the post-cold war period is the increase in the number of democratic or democratizing regimes. However, this tendency does not occur in most predominantly Muslim states (Freedom House 2002, Lipset 1994, Huntington 1997, 1991). On the basis of Freedom House’s Index of Political Rights and Civil Liberty in the last three decades, Muslim states have generally failed to establish democratic politics. In that period, only one Muslim country has established a full democracy for more than five years, i.e. Mali in Africa. There are twelve semi-democratic countries, defined as partly free. The rest (35 states) are authoritarian (fully not free). Moreover, eight of the fifteen most repressive regimes in the world in the last decade are found in Muslim states.

01/07/2009

Survei dapatkah dipercaya?

Oleh Burhanuddin Muhtadi

Survei dan demokrasi memiliki hubungan simbiosis mutualistik. Survei opini publik sulit dilakukan pada rezim otokratik. Sistem otoriter tidak memungkinkan suara publik terpublikasi, karena membahayakan rezim otoritarian. Sebaliknya, rezim politik demokratis sangat membutuhkan survei dalam kerangka revisi kebijakan publik yang semakin dekat dengan aspirasi publik.

Tak heran jika pada masa Orba, survei tak mendapatkan persemaian subur. Ada dua alasan. Pertama, survei dianggap rezim bagian dari insubordinasi, bahkan subversi terhadap kekuasaan.

17/06/2009

Mengamati Pengamat Pemilu

Oleh Saiful Mujani

Pemilihan umum demokratis untuk memilih anggota DPR/DPRD, presiden, dan pilkada, yang ditandai oleh pentingnya suara pemilih, merupakan gejala baru di Tanah Air, termasuk bagi ilmuwan atau pengamat sosial-politik. Karena baru, para ilmuwan politik kita tidak mudah melakukan penyesuaian lantaran melahirkan ilmuwan bukan pekerjaan kebut semalam. Butuh waktu.

15/09/2008

Memahami Hakekat Quick Count

Dalam seminggu terakhir ini berita tentang hasil pemilihan gubernur Sumatra Selatan banyak dikaitkan dengan hasil “perhitungan cepat” (quick count) beberapa lembaga atau perusahaan. Ini karena lembaga-lembaga atau perusahaan konsultan itu mengumumkan hasil Pilgub Sumsel hanya sekitar 1-2 jam setelah masa pencoblosan ditutup. Ini sangat cepat dibanding kalau harus menunggu hasil pleno KPU kabupaten yang memakan waktu setidaknya 7 hari.

Maka banyak terjadi kontraversi, kompetensi dan integritas antar lembaga survei, serta banyak pertanyaan yang muncul apakah Pilgub ini berjalan jurdil?

25/02/2004

Membaca Peluang Politik

Oleh Sukardi Rinakit

Padahal berdasar hasil polling beberapa lembaga independen (Litbang Kompas, Lembaga Survei Indonesia, dan Soegeng Sarjadi Syndicated), Golkar bisa unggul empat sampai enam persen di atas perolehan PDI-P.

23/03/2010

Testing Political Islam’s Economic Advantage: The Case of Indonesia

Oleh Thomas B. Pepinsky, Prof. William Liddle & Dr. Saiful Mujani

01/07/2009

Survei dapatkah dipercaya?

Oleh Burhanuddin Muhtadi

Untuk permintaan wawancara silakan menghubungi sekretariat kami pada alamat di bawah halaman, atau gunakan formulir kontak online.