Skip to content


 

07/04/2013

Hasil Quick Count Pilkada Kota Palembang

Lembaga Survei Indonesia (LSI) telah melakukan penghitungan cepat (Quick Count) Pilkada Kota Palembang. Quick Count dilaksanakan dengan memilih 200 TPS yang tersebar secara proporsional di setiap kecamatan yang ada di Kota Palembang. Sample TPS dipilih dengan menggunakan metode Kombinasi Stratified-Cluster Random Sampling.
Berikut hasil perhitungan cepat yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia.

22/01/2013

Hasil Quick Count Pilkada Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Selasa 22 Januari 2013

Hasil Quick Count Pilkada Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Selasa 22 Januari 2013 yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan bahwa pasangan Syahrul-Nu’mang memperoleh suara terbanyak, sebesar 52.77%. Peringkat kedua ditempat pasangan Ilham-Aziz dengan perolehan suara 41.28%, dan peringkat ketiga ditempati pasangan Rudiyanto-Nawir dengan perolehan suara 5.95%. Secara statistik, pasangan Syahrul-Nu’mang unggul signifikan atas pasangan Ilham-Aziz dan Rudiyanto-Nawir.

28/11/2012

Menuju Pilpres 2014 Yang Lebih Berkualitas

Serangkaian survei nasional yang dilakukan sepanjang 2012 menunjukkan belum adanya tokoh dengan dukungan kuat, yakni mereka yang akan dipilih secara spontan (top of mind) dengan jumlah suara rata-rata di atas 10%. Total suara yang diperoleh calon yang masuk dalam 10 besar rata-ratanya hanya sekitar 33%. Lebih dari 60% pemilih belum menentukan pilihan.

Mengapa belum ada tokoh yang cukup menonjol untuk menjadi presiden 2014? Apakah tokoh-tokoh tersebut belum dikenal secara luas? Sejumlah tokoh sudah dikenal luas tetapi ternyata tidak banyak dipilih oleh pemilih. Salah satu sebab penting, pemilih belum mengetahui kualitas tokoh-tokoh tersebut. Karena itu mensosialisasikan tokoh berserta kualitasnya akan membantu pemilih menentukan pilihan secara berkualitas atau “benar”.

20/09/2012

Hasil Quick Count Pilkada Provinsi DKI Jakarta Putaran Kedua

Lembaga Survei Indonesia (LSI) telah melakukan penghitungan cepat (Quick Count) Pilkada Provinsi DKI Jakarta Putaran Kedua bekerjasama dengan SCTV dan Indosiar. Quick Count dilaksanakan dengan memilih 400 TPS yang tersebar secara proporsional di setiap Kota yang ada di Provinsi DKI Jakarta. Sample TPS dipilih dengan menggunakan metode Kombinasi Stratified-Cluster Random Sampling.
Diperkirakan toleransi kesalahan (margin of error) pada quick count ini sekitar ± 2% pada tingkat kepecayaan 95%.

16/09/2012

Memotret Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua: Protes Kelas Menengah dan Profil Undecided Voters


Pilkada DKI Jakarta merupakan Pilkada yang unik ketika mempertimbangkan karakteristik pemilihnya. Pemilih DKI Jakarta punya proporsi kelas menengah paling besar dibanding daerah-daerah lain.

Semua ciri di atas terjadi karena DKI Jakarta sebagai Ibukota negara adalah tempat menumpuknya orang kaya dan orang terpelajar di Tanah Air. Bersamaan dengan itu, komunitas Muslim DKI Jakarta yang proporsinya 85% dari total penduduk, cenderung sekular dalam politik.

Kalau mau disederhanakan, model perilaku politik kelas menengah DKI Jakarta adalah sebagai berikut:
pilihan pada calon = penilaian terhadap kinerja incumbent + agama + etnik + sosial ekonomi (pendidikan + income) + mobilisasi. Betulkah demikian?

11/07/2012

QUICK COUNT PILKADA DKI JAKARTA


Lembaga Survei Indonesia (LSI) melakukan penghitungan cepat (Quick Count) Pilkada Provinsi DKI Jakarta. Quick Count dilaksanakan dengan memilih 410 TPS yang tersebar secara proporsional di setiap Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi DKI Jakarta. Sample TPS dipilih dengan menggunakan metode Kombinasi Stratified-Cluster Random Sampling.

Berikut hasil perhitungan cepat yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia.

22/03/2010

Etzioni in Southeast Asia The Indonesia Exception

Oleh Catharin Dalpino Georgetown-University, Washington, D.C.

22/03/2010

Indonesian Democracy and the Transformation of Political Islam

Oleh Thomas B. Pepinsky, Prof. William Liddle & Dr. Saiful Mujani

Democracy is a difficult political system because it leads to a fundamental paradox of participation. On one hand, democracy is a political system that empowers all of a country’s citizens to participate in their own governance. At the very least, following the minimalist or procedural conception of democracy of Schumpeter (1947) and others, a democratic government is one in which citizens choose their leaders through competitive elections.

19/03/2010

Journal of Democracy: Personalities, Parties, and Voters

Oleh Prof. William Liddle & Dr. Saiful Mujani


Saiful Mujani is the principal investigator and a founder of the IndonesianSurvey Institute (LSI) and associate professor of political studiesat the Universitas Islam Negeri, Jakarta. R. William Liddle, professor of political science at Ohio State University, has published numerous books and articles on Indonesian politics. This essay draws upon an earlier version entitled “Voters and the New Indonesian Democracy” by Saiful Mujani and R. William Liddle, which will appear in Problems of Democratization in Indonesia: Elections, Institutions and Society, edited by Edward Aspinall and Marcus Mietzner (2010). It is published here with the kind permission of the publisher, Institute of Southeast Asian Studies, Singapore, http://bookshop.iseas.edu.sg.

27/03/2006

LEADERSHIP, PARTY AND RELIGION : Explaning Voting Behavior In Idonesia

Oleh Dr. Saiful Mujani & Prof. William Liddle

This case study tests the significance of leadership, party ID, religious orientation, political economy, sociological and demographic factors in the legislative and presidential choices of voters in the new Indonesian democracy.

24/03/2006

Indonesia’s Approaching Elections : Politics, Islam and Public Opinion

Oleh Dr. Saiful Mujani & Prof. William Lidlle

Project Muse : http//muse.jhu.edu

How strong is Islamism in Indonesia, the world’s largest Muslim-majority country? And what are the implications of that strength for the newly restored democracy, which in 2004 is slated to hold elections for the second time since the Suharto dictatorship fell in 1998? Journalistic observers often seem tentative or even puzzled in their assessments. In September 2003, for example, a New York Times article relayed that “some have begun to ask whether the Islamists who want to create a caliphate across the Muslim areas of Southeast Asia will at the very least eventually succeed in Indonesia.”1 Yet just a month earlier, the Times had dismissively portrayed a meeting of Islamic militants, intended as a show of strength. The gathering was sparsely attended, the paper reported, and “none of the invited mainstream politicians showed up.”

22/03/2010

Etzioni in Southeast Asia The Indonesia Exception

Oleh Catharin Dalpino Georgetown-University, Washington, D.C.

22/03/2010

Indonesian Democracy and the Transformation of Political Islam

Oleh Thomas B. Pepinsky, Prof. William Liddle & Dr. Saiful Mujani

19/03/2010

Journal of Democracy: Personalities, Parties, and Voters

Oleh Prof. William Liddle & Dr. Saiful Mujani