Skip to content


 

16/12/2016

Rilis Temuan Survei DKI Jakarta

Rilis Temuan Survei DKI Jakarta “Likebility is Electability; Kualitas Personal Calon dalam Pilkada DKI Jakarta pasca-Insiden Al-Maidah”

Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku pemilih dalam pemilukada, di antaranya tingkat kedikenalan, kedisukaan, kinerja petahana, kesamaan agama, suku, dan lainlain.

Hampir seluruh warga DKI Jakarta sudah mengenal ketiga calon gubernur. Faktor kedisukaan, kinerja, dan janji kampanye menjadi pembeda.

Bagaimana opini dan sikap warga terhadap Ahok yang terpeleset dalam insiden AlMaidah? Bagaimana persepsi publik terhadap demo besar 2/12? Apa pengaruh peristiwaperistiwa di atas terhadap kompetisi elektoral dalam pilkada di DKI Jakarta?

26/01/2015

Laporan Rilis Survei "Partai Politik di Mata Publik"

Jakarta, 25 Januari 2015 – Bertempat di kantor LSI, Menteng, Jakarta, LSI (Lembaga Survei Indonesia) menggelar presentasi hasil survei opini publik dengan tema ”Partai Politik di Mata Publik: Survei Evaluasi Kinerja dan Regenerasi Politik” waktu survei dilakukan pada 10-18 Januari 2015.
Beberapa temuan dan kesimpulan dari hasil survei ini sbb:
Saat ini, fungsi partai sebagai saluran aspirasi publik dinilai negatif. Partai politik dinilai lebih banyak memperjuangkan kepentingan sendiri untuk mendapat jabatan atau kekuasaan ketimbang memperjuangkan kepentingan rakyat.

18/12/2014

Laporan Rilis Survei "Pro-Kontra Pilkada Langsung"


Jakarta, 17 Desember 2014 – Bertempat di kantor LSI, Menteng, Jakarta, LSI (Lembaga Survei Indonesia) menggelar presentasi hasil survei opini publik dengan tema ”Kontroversi Pilkada Langsung vs Pilkada Tidak Langsung: Survei Tingkat Dukungan Publik terhadap Pemilihan Langsung” waktu survei yang dilakukan dari 25 Oktober – 3 November 2014 yang lalu. Dalam presentasi tersebut, Mayoritas rakyat Indonesia (84.1%) menginginkan kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat. Survei ini dilakukan dengan metodologi stratified random sampling terhadap WNI berusia 17 tahun ke atas sebanyak 2000 responden yang tersebar di seluruh Indonesia dengan tingkat MoE (margin of error) di 2.1% dengan tingkat kepercayaan 95%.

11/12/2014

Laporan Rilis Survei Pasca Pileg dan Pilpres 2014


Jakarta, 10 Desember 2014 – Bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta, LSI (Lembaga Survei Indonesia) bersama dengan LP3ES hari ini menggelar presentasi hasil survei opini publik evaluasi pasca Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2014 yang dilakukan dari 25 Oktober – 3 November 2014 lalu. Dalam presentasi tersebut, ditemukan secara umum tingkat kepuasan yang sangat tinggi (sekitar 90% responden menyatakan sangat puas atau puas) terhadap proses penyelenggaraan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014 yang lalu. Sebagian besar responden juga menyebut proses pemilu tersebut juga berlangsung bebas dan adil.

11/02/2014

Persepsi dan opini publik terhadap penyelenggara PEMILU


Pemilihan umum 2014, baik pemilu legislatif maupun presiden dan wakil presiden sudah di depan mata. Bagaimana dengan antusiasme publik terhadap penyelenggaraan pemilu 2014? Bagaimana pula ketertarikan mereka terhadap politik? Sejauhmana informasi mendasar terkait pemilu yang diperoleh warga? Apakah warga tahu cara menandai kertas suara? Apakah mereka sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum?.

08/04/2013

Hasil Quick Count Pilkada Kota Palembang

Lembaga Survei Indonesia (LSI) telah melakukan penghitungan cepat (Quick Count) Pilkada Kota Palembang. Quick Count dilaksanakan dengan memilih 200 TPS yang tersebar secara proporsional di setiap kecamatan yang ada di Kota Palembang. Sample TPS dipilih dengan menggunakan metode Kombinasi Stratified-Cluster Random Sampling.
Berikut hasil perhitungan cepat yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia.

23/03/2010

Etzioni in Southeast Asia The Indonesia Exception

Oleh Catharin Dalpino Georgetown-University, Washington, D.C.

23/03/2010

Indonesian Democracy and the Transformation of Political Islam

Oleh Thomas B. Pepinsky, Prof. William Liddle & Dr. Saiful Mujani

Democracy is a difficult political system because it leads to a fundamental paradox of participation. On one hand, democracy is a political system that empowers all of a country’s citizens to participate in their own governance. At the very least, following the minimalist or procedural conception of democracy of Schumpeter (1947) and others, a democratic government is one in which citizens choose their leaders through competitive elections.

20/03/2010

Journal of Democracy: Personalities, Parties, and Voters

Oleh Prof. William Liddle & Dr. Saiful Mujani


Saiful Mujani is the principal investigator and a founder of the IndonesianSurvey Institute (LSI) and associate professor of political studiesat the Universitas Islam Negeri, Jakarta. R. William Liddle, professor of political science at Ohio State University, has published numerous books and articles on Indonesian politics. This essay draws upon an earlier version entitled “Voters and the New Indonesian Democracy” by Saiful Mujani and R. William Liddle, which will appear in Problems of Democratization in Indonesia: Elections, Institutions and Society, edited by Edward Aspinall and Marcus Mietzner (2010). It is published here with the kind permission of the publisher, Institute of Southeast Asian Studies, Singapore, http://bookshop.iseas.edu.sg.

28/03/2006

LEADERSHIP, PARTY AND RELIGION : Explaning Voting Behavior In Idonesia

Oleh Dr. Saiful Mujani & Prof. William Liddle

This case study tests the significance of leadership, party ID, religious orientation, political economy, sociological and demographic factors in the legislative and presidential choices of voters in the new Indonesian democracy.

25/03/2006

Indonesia’s Approaching Elections : Politics, Islam and Public Opinion

Oleh Dr. Saiful Mujani & Prof. William Lidlle

Project Muse : http//muse.jhu.edu

How strong is Islamism in Indonesia, the world’s largest Muslim-majority country? And what are the implications of that strength for the newly restored democracy, which in 2004 is slated to hold elections for the second time since the Suharto dictatorship fell in 1998? Journalistic observers often seem tentative or even puzzled in their assessments. In September 2003, for example, a New York Times article relayed that “some have begun to ask whether the Islamists who want to create a caliphate across the Muslim areas of Southeast Asia will at the very least eventually succeed in Indonesia.”1 Yet just a month earlier, the Times had dismissively portrayed a meeting of Islamic militants, intended as a show of strength. The gathering was sparsely attended, the paper reported, and “none of the invited mainstream politicians showed up.”

23/03/2010

Etzioni in Southeast Asia The Indonesia Exception

Oleh Catharin Dalpino Georgetown-University, Washington, D.C.

23/03/2010

Indonesian Democracy and the Transformation of Political Islam

Oleh Thomas B. Pepinsky, Prof. William Liddle & Dr. Saiful Mujani

20/03/2010

Journal of Democracy: Personalities, Parties, and Voters

Oleh Prof. William Liddle & Dr. Saiful Mujani