Skip to content


 

PROSPEK ISLAM POLITIK di INDONESIA

Islam politik pada tingkat elektoral dan politik kepartaian belum menunjukan tanda-tanda membesar. PKS, PBB, dan PPP masing-masing belum menunjukan peningkatan berarti. Mereka jauh tertinggal oleh partai sekuler (Golkar, PDIP, Demokrat) seperti juga terlihat dalam pemilu 2004. Dalam pemilu 2004 kekuatan ketiga partai berplatform Islam ini hanya sekitar 18%. Sekarang, minus dengan yang belum menentukan pilihan, kekuatannya tidak lebih dari 10%. Sementara tiga partai sekuler (Golkar, PDIP, Demokrat), minus yang belum memutuskan, relatif stabil, yakni sekitar 43%. Hanya dengan agenda-agenda politik moderat ketiga partai Islam itu akan masuk ke dalam median voter, di mana kebanyakan pemilih mengelompok, dan mendapatkan suara berarti di masa yang akan datang.

Karena pada tingkat kesadaran konstitusional massa pemilih tidak mempersoalkan Islam dan demokrasi atau Islam dan Pancasila, maka masalah ini tidak boleh lagi menjadi agenda partai-partai berplatform Islam bila ingin memperbesar dukungan di masa yang akan datang. Juga tidak boleh bersimpati pada orgaisasi gerakan yang beragenda melaksanakan syariat Islam atau bersimpati pada jihad dengan jalan radikal bila ingin mendapat suara banyak dari pemilih.

Demikian juga dilihat dari kesadaran umat tentang hubungan antara Islam dan Demokrasi, dan hubungan antara Islam dan Pancasila serta UUD 45, dalam kenyataannya orientasi politik umat Islam Indonesia pluralis dan sekuler, lepas dari istilah pluarlisme dan sekularisasi yang banyak diperdebatkan di tingkat elite itu.

Arus utama Ummat Islam yang tidak mempertentangkan Islam dengan demokrasi atau dengan Pancasila mengindikasikan bahwa umat Islam Indonesia pada umunya menerima politik dan bangsa dengan latar belakang agama yang beragam, dan menerima manifestasi Islam yang beragam.

Dukungan paling besar dari umat Islam tidak diberikan kepada organisasi-organisasi gerakan Islam yang memperjuagkan diberlakukannya syariat Islam di wilayah publik, juga menunjukan bahwa umat Islam arus utama membiarkan wilayah publik tidak diatur oleh syariat.

Masih jauh lebih besarnya sentimen umat terhadap partai sekuler, dan kecenderungannya semakin menguat, menunjukan bahwa umat Islam Indonesia lebih berorientasi sekuler dalam berpolitik.

Masalahnya, partai-partai ini sudah dilekatkan dengan platform Islam, dan itu merugikan kecuali pilahanya hanya ingin memperebutkan segmen di bawah 20% itu.

Melihat kecenderungan ini, prospek Islam politik akan menjadi berat kecuali melakukan adaptasi dan reorientasi sesuai dengan kecenderungan umat yang lebih pluralis dan sekuler dalam orientasi politik mereka.

Download Document :
prospek islam politik.pdf

16/10/2006
22/03/2010

Etzioni in Southeast Asia The Indonesia Exception

Oleh Catharin Dalpino Georgetown-University, Washington, D.C.

22/03/2010

Indonesian Democracy and the Transformation of Political Islam

Oleh Thomas B. Pepinsky, Prof. William Liddle & Dr. Saiful Mujani

19/03/2010

Journal of Democracy: Personalities, Parties, and Voters

Oleh Prof. William Liddle & Dr. Saiful Mujani