Skip to content


 

POTENSI GOLPUT dalam PILKADA DKI JAKARTA

Potensi Golput atau tidak ikut dalam pemilihan Gubernur DKI sangat besar. Potensi Golput maksimal mencapai 65%.

Angka ini bisa dikurangi dengan memastikan bahwa warga yang belum tahu terdaftar sudah terdaftar untuk ikut memilih. Juga dipastian bahwa undangan untuk memilih sampai kepada warga. Masih ada waktu untuk membenahi ini.

Semua ini terutama menjadi tanggung jawab KPUD.
Bila Golput terjadi secara optimal (65%), potensi calon yang kalah untuk tidak menerima kekalahannya terbuka dengan membuat klaim bahwa angka itu adalah pendukungnya. Ini akan menimbulkan kerawanan pasca-Pilkada.

Angka Golput harus ditekan sedemikian rendah dan usahakan agar selisih perolehan suara antara dua pasangan calon di atas angka Golput sehingga tidak ada alasan untuk menolak kemenangan tersebut, dan manifestasi potensi konflik pasca-Pilkada dapat diredam.

Untuk sementara ini, selisih potensi perolehan suara pasangan Fauzi-Prijanto sebesar 32%. Cukup jauh. Tapi bila selisih ini masih di bawah tingkat Golput, misalnya 40%, potensi untuk menggugat hasil Pilkada menjadi terbuka, dan bisa menimbulkan kerawanan.

Karena itu, untuk menjaga pasca-Pilkada tetap aman, semua stakeholder Pilkada DKI, terutama dua pasangan calon dan KPUD, harus bekerja keras agar tingkat Golput ditekan serendah mungkin, setidaknya di bawah selisih perolehan suara dua pasangan tersebut, berapapun itu.

Download Document :
Potensi Golput dalam Pilkada DKI Jakarta_Juli_2007.pdf

20/07/2007
22/03/2010

Etzioni in Southeast Asia The Indonesia Exception

Oleh Catharin Dalpino Georgetown-University, Washington, D.C.

22/03/2010

Indonesian Democracy and the Transformation of Political Islam

Oleh Thomas B. Pepinsky, Prof. William Liddle & Dr. Saiful Mujani

19/03/2010

Journal of Democracy: Personalities, Parties, and Voters

Oleh Prof. William Liddle & Dr. Saiful Mujani