Skip to content


 

Trend Dukungan Nilai Islamis versus Nilai Sekular di Indonesia

Sekularisasi dalam nilai-nilai politik semakin mendapat tempat dan semakin mendalam pada Umat Islam Indonesia. Orientasi pada nilai-nilai Islamis dalam 3 tahun terakhir mengalami penurunan dukungan dalam masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kepemimpinan perempuan.

Grafik 1 : Nilai politik islamis vs nilai sekular

Mayoritas masyarakat muslim (57%) lebih berorientasi terhadap nilai-nilai politik sekuler dibanding dengan yang lebih berorientasi pada nilai-nilai politik Islamis lebih kecil (33%). Meskipun lebih kecil tapi jumlah ini cukup signifikan. Bila kekuatan ini terorganisasi dan aktif, ia akan menjadi kekuatan politik yang berarti.

Namun demikian warga yang menjadi anggota organisasi gerakan Islamis jauh lebih sedikit. Di sini ada kegagalan bagaimana para aktivis Islamis menerjemahkan nilai-nilai tadi ke dalam bentuk gerakan dan ke dalam kekuatan elektoral.

Grafik 2 : Setuju dengan yang diperjuangkan oleh kelompok :

Dalam perspektif “resource mobilization” kegagalan manifestasi nilai-nilai tadi terletak pada tidak berkembangnya mobilisasi sumberdaya bagi manifesatasi nilai-nilai Islamis tersebut.
Pada dasarya bukan “nilai” itu sendiri yang penting, tapi kepemimpinan, jaringan, sumber daya manusia, dan dana yang dapat membuat nilai-nilai tersebut “bergerak” dan menjelma sebagai kekuatan politik.

Meskipun simpatisan dan aktivis sejumlah organisasi gerakan Islamis cukup banyak yang berasal dari kaum terpelajar, tamatan universitas, mereka punya kendala dana untuk membuatnya lebih besar. Sumber-sumber keuangan utama di tanah air tetap dimonopoli oleh kelompok-kelompok politik sekuler.

Para aktivis umumnya berasal dari lapisan menengah-bawah, dan tidak jarang mereka harus berkompromi dengan kekuatan uang “sekuler” untuk mendukung dan untuk keberlangsungan organisasi mereka, terutama ketika mereka masuk ke dalam arena politik dengan skala lebih besar di tingkat nasional. Apa yang terjadi kemudian bukannya “Islamisasi” tapi sekularisasi kekuatan politik yang mereka bangun. PKS dan PPP menjadi semakin sekuler.

Sentimen massa pemilih terhadap dua partai ini dalam tiga tahun terakhir cenderung stagnan, kalau bukan malah menurun.

Grafik 3 : Partai apa yang dipilih jika pemilu hari ini?

Ini merupakan sumber utama mengapa nilai-nilai Islamis tidak mampu diterjemahkan ke dalam gerakan terorganisasi yang lebih besar pengaruhnya dalam kehidupan politik Muslim di tanah air.
Ini tidak berarti bahwa orientasi pada nilai-nilai Islamis tidak penting. Justeru sebaliknya, nilai-nilai itu yang memberikan identitas sebuah gerakan dan kekuatan politik hingga disebut “Islamis.”

Download Document :
Trend Dukungan terhadap Islam Politik.pdf

05/10/2007
22/03/2010

Etzioni in Southeast Asia The Indonesia Exception

Oleh Catharin Dalpino Georgetown-University, Washington, D.C.

22/03/2010

Indonesian Democracy and the Transformation of Political Islam

Oleh Thomas B. Pepinsky, Prof. William Liddle & Dr. Saiful Mujani

19/03/2010

Journal of Democracy: Personalities, Parties, and Voters

Oleh Prof. William Liddle & Dr. Saiful Mujani