Skip to content


 

Rasionalitas Pemilih : Kontestasi Menjelang Pemilu 2009

Mengapa pemilih memilih partai politik tertentu, bukan partai yang lain? Mengapa memilih Golkar bukan PDIP misalnya?
Dua model perilaku pemilih dapat menjawab pertanyaan tersebut, dan saling terkait: Model psikologis dan model pilihan rasional atau ekonomi-politik.
Model psikologis berkaitan sebagian dengan persepsi atas partai atau citra partai dan preferensi terhadap pemimpin atau tokoh partai.
Model pilihan rasional berkaitan dengan kepentingan praktis dari pemilih. Pada dasarnya, sebuah partai politik lebih dipilih karena partai tersebut dinilai lebih mampu menjawab secara lebih meyakinkan masalah-masalah yang dipandang paling mendesak oleh pemilih.
Rasionalitas ini secara lebih khusus terutama berkaitan dengan partai pemerintah versus partai oposisi. Partai pendukung utama pemerintah akan mendapat ganjaran dengan mendukungnya bila pemerintah yang didukungnya dinilai pemilih berkinerja baik, dan sebaliknya akan ditinggalkan pemilih bila kinerja pemerintahnya dinilai buruk.
Rasionalitas pemilih secara lebih khusus berkaitan dengan evaluasi pemilih terhadap kondisi ekonomi nasional secara umum. Bila pemilih menilai keadaan ekonomi lebih baik maka ia cenderung akan memilih partai yang berkuasa, dan sebaliknya akan memilih partai oposisi.

download selengkapnya : rasionalitas pemilih.pdf

04/01/2009
22/03/2010

Etzioni in Southeast Asia The Indonesia Exception

Oleh Catharin Dalpino Georgetown-University, Washington, D.C.

22/03/2010

Indonesian Democracy and the Transformation of Political Islam

Oleh Thomas B. Pepinsky, Prof. William Liddle & Dr. Saiful Mujani

19/03/2010

Journal of Democracy: Personalities, Parties, and Voters

Oleh Prof. William Liddle & Dr. Saiful Mujani