Skip to content


 

Kondisi Ekonomi Nasional Sekarang

Data longitudinal LSI sejak September 2003 hingga sekarang menunjukkan bahwa evaluasi terhadap kondisi ekonomi nasional mengalami fluktuasi. Namun demikian, tren kepuasan terhadap ekonomi nasional cenderung meningkat sejak September 2008 hingga September 2009. Sejalan dengan evaluasi sosiotropik warga yang makin membaik ini, peningkatan kepuasan juga terjadi dalam penilaian publik atas kinerja pemerintah di sejumlah sektor penting seperti penilaian terhadap kinerja pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan dan pengangguran. Secara faktual, menurut BPS, jumlah pengangguran secara umum mengalami penurunan, baik dalam persentase maupun secara absolut. BPS menunjukkan bahwa jumlah persentase pengangguran terus menurun dari 9,86 persen dari angkatan kerja pada 2004 menjadi 8,14 persen dari angkatan kerja pada 2009. Secara absolut, jumlah pengangguran turun dari 10,25 juta orang pada 2004 menjadi 9,26 juta orang pada 2009. Demikian pula penilaian publik di bidang pendidikan dan kesehatan secara umum juga makin positif. Sosialisasi masif program-program pemerintah di bidang pendidikan, i.e sekolah gratis untuk tingkat pendidikan dasar 9 tahun, Bantuan Operasional Sekolah dll, dan di bidang kesehatan i.e Jamkesmas dll, membuat persepsi publik terhadap kinerja pemerintah di dua bidang tersebut mengalami peningkatan.
Semua ini merupakan sumber dari makin membaiknya evaluasi sosiotropik warga terhadap kondisi ekonomi nasional dan sumber dari tingginya elektabilitas yang memungkinkan SBY menang dalam satu putaran dalam pilpres kemarin.

Download: Kondisi Ekonomi Nasional sekarang dibanding Tahun lalu.pdf

04/11/2009
22/03/2010

Etzioni in Southeast Asia The Indonesia Exception

Oleh Catharin Dalpino Georgetown-University, Washington, D.C.

22/03/2010

Indonesian Democracy and the Transformation of Political Islam

Oleh Thomas B. Pepinsky, Prof. William Liddle & Dr. Saiful Mujani

19/03/2010

Journal of Democracy: Personalities, Parties, and Voters

Oleh Prof. William Liddle & Dr. Saiful Mujani