Salah satu argumen yang terus-menerus diulang oleh partai-partai yang mendukung Opsi C dalam Sidang Paripurna Angket Century yang lalu adalah pentingnya fungsi kontrol yang semestinya dilakukan DPR terhadap kebijakan pemerintah soal bailout Bank Century. Fungsi control tersebut pada realitasnya tidak hanya dilakukan oleh partai oposisi seperti PDI-P, Gerindra dan Hanura, bahkan partai-partai pendukung pemerintah seperti Golkar, PKS dan PPP pun sangat kritis terhadap kebijakan bailout.
Mitra koalisi dan partai oposisi yang mendukung opsi C dengan menyatakan kebijakan bailout itu bermasalah dan penuh keganjilan punya asumsi bahwa kritisisme mereka akan membawa insentif electoral.
Benarkah public mengkonfirmasi klaim tersebut?
Apakah kritisisme mereka dalam kasus Century membuat pendukung Opsi C akan menangguk dukungan pemilih yang besar?
Dan sebaliknya, benarkah pendukung Opsi A seperti Demokrat, PKB dan PAN akan mengalami degradasi electoral karena dianggap melawan arus opini public?
Download Hasil Rilis LSI selengkapnya:
EFEK ELEKTORAL POSITIONING PARTAI OPOSISI (Rilis survei LSI 9 Mei 2010).pdf