Keberadaan partai politik, termasuk sikap dan keputusan maupunperilaku elitenya, harus dikomunikasikan pada pemilih secara luassehingga pemilih mendapatkan informasi politik. Upaya ini penting dilakukan mengingat begitu besarnya wilayah kita dan begitu besarnya pemilih kita dengan karakteristik demografi yang kurang well-informed dengan politik dan tokoh-tokoh potensial.
Sering muncul opini bahwa berita oleh media masa diframe ataudikerangka oleh kepentingan politik dan ekonomi tertentu untukmempengaruhi sikap dan perilaku politik pemilih sesuai dengan framing tersebut. Kalau diyakini bahwa framing media massa tersebut ada dan merugikan Partai Demokrat, seperti diklaim oleh sebagian elite Demokrat, dan menguntungkan partai lainnya seperti Partai Golkaratau Partai NasDem, maka pemilih yang mengikuti berita di mediamassa, dibanding yang tidak mengikuti berita, akan cenderung tidakmemilih Demokrat dibanding partai lainnya.
Seberapa valid kemungkinan itu secara empirik?
Untuk menjawab pertanyaan itu kami menganalisis data survei nasional tentang kecenderungan sentimen warga terhadap partai politik.
LSI mengadakan Survei Nasional di 33 provinsi di Indonesia pada tanggal 25 Februari-5 Maret 2012. Jumlah sampel sekitar 2.418 Berdasar jumlah sampel ini, diperkirakan margin of error sebesar ± 2% pada tingkat kepercayaan 95%.
Survei Nasional ini terlaksana berkat kerjasama LSI dengan The Indonesian Institute (TII).
Rilis Survei yang diadakan pada hari Minggu, 11 Maret 2012 ini menghadirkan pembicara antara lain:
Kuskridho Ambardi, Ph.D
(Direktur Eksekutif LSI)
Burhanuddin Muhtadi, MA
(Direktur Komunikasi LSI)
Download Release selengkapnya:
Sentimen Terhadap Partai Politik_Revisi.pdf