Skip to content


 

Rilis LSI: Survei Pelaku Usaha dan Pemuka Opini 07 Februari 2021

Tingkat korupsi di Indonesia masih belum berada pada berada pada kondisi yang memuaskan. Berdasarkan laporan dari Transparency International, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia pada 2020 memiliki skor sebesar 37 dan berada di peringkat 102 dari 180 negara. Skor ini turun jika dibandingkan pada 2019 yang menempatkan Indonesia di peringkat 85 dengan skor 40 saat itu.

Kondisi ini memunculkan sejumlah pertanyaan tentang apa yang menyebabkan masih tingginya korupsi, langkah apa yang sudah dilakukan pemerintah, serta seberapa efektif langkah tersebut.

Sebagai usaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Lembaga Survei Indonesia mengadakan survei tentang persepsi mengenai tingkat korupsi, evaluasi terhadap langkah pemberantasan korupsi pemerintah, efektivitasnya, pandangan tentang suap/gratifikasi dan nepotisme, kinerja lembaga, dan kepercayaan terhadap pengelolaan anggaran, termasuk program PEN untuk mengatasi dampak COVID-19.

Oleh karena itu, pelaku usaha merupakan pihak yang harus secara khusus ditanyakan pandangan dan pengalamannya terkait korupsi ketika berhubungan dengan aparat pemerintah.

Dalam situasi wabah COVID-19, pelaku usaha adalah salah satu pihak yang paling terdampak. Pelaku usaha mendapat perhatian dari pemerintah melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Karena itu, penting pula untuk mengetahui sikap dan pengalaman mereka dalam memperoleh bantuan dalam Program PEN tersebut.

Sedangkan pemuka opini adalah kelompok yang memiliki wawasan yang lebih luas mengenai korupsi, serta mengalami pandangan yang lebih lengkap tentang kerja aparat negara dalam layanan publik. Pemuka opini juga memiliki pemahaman yang lebih baik dibandingkan masyarakat awam terkait pemberantasan korupsi dan kinerja penegak hukum.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka Lembaga Survei Indonesia melakukan survei khusus kepada pelaku usaha dan pemuka opini. Survei ini menanyakan tentang hal-hal krusial, seperti persepsi atas tingkat korupsi, persepsi mengenai aparat pemerintah dalam korupsi dan pemberian layanan, dan pengalaman suap atau gratifikasi pelaku usaha. Survei ini juga menanyakan evaluasi pelaku usaha terhadap kinerja ekonomi pemerintah dan Program PEN yang digulirkan untuk membantu pengusaha. Survei juga menanyakan evaluasi terhadap upaya dan efektivitas pemberantasan korupsi di berbagai bidang, termasuk kepercayaan terhadap lembaga negara dalam memberantas korupsi.

Pelaku usaha yang diwawancara berasal dari kelompok Usaha Mikro Kecil (UMK) dan Usaha Menengah Besar (UMB) di 34 provinsi di Indonesia. Sementara pemuka opini berasal dari tiga kelompok, yakni akademisi, aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat, dan media massa.

Hasil dari kedua survei tersebut diharapkan dapat memberi gambaran tentang korupsi dan layanan publik, program PEN, dan pemberantasan korupsi di Indonesia. Hasil survei ini juga dapat digunakan untuk pengambil kebijakan dalam menangani korupsi di Indonesia.


Untuk membaca Press Release, silahkan unduh disini:
PressRilis_7_02_2021.pdf

Untuk membaca laporan lengkap hasil survei ini, silahkan unduh laporan lengkapnya:
LSI_ RILIS SURVEI KORUPSI_PELAKU USAHA DAN PEMUKA OPINI_FEB 2021.pdf


07/02/2021
22/03/2010

Etzioni in Southeast Asia The Indonesia Exception

Oleh Catharin Dalpino Georgetown-University, Washington, D.C.

22/03/2010

Indonesian Democracy and the Transformation of Political Islam

Oleh Thomas B. Pepinsky, Prof. William Liddle & Dr. Saiful Mujani

19/03/2010

Journal of Democracy: Personalities, Parties, and Voters

Oleh Prof. William Liddle & Dr. Saiful Mujani